Tuesday, June 24, 2008

beautiful mom, famous pop, with a handsome gift


pingin...

Wednesday, October 17, 2007

Mohon maaf lahir batin

Ramadhan pergi, Syawal berganti. Selalu begitu. Tiap tahun memiliki kenangan tersendiri yang dimaknai berbeda oleh tiap orang yang merayakannya. Mulai dari persiapan menjelang ramadhan, tarawih, sahur. Kemudian beraktivitas dengan kondisi tubuh berpuasa, berbuka puasa bersama dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Dan menjelang lebaran tiba, pasar-pasar tumpah ruah dijejali oleh mereka yang mencari bahan-bahan persiapan lebaran. Malam takbiran, shalat Ied, bermaaf-maafan entah melalui kartu lebaran, SMS, telpon, juga bertatap muka secara langsung dengan tetangga dan saudara yang berdekatan, dan sederet aktivitas lain yang menjadikan nuansa lebaran terasa semarak.

Pagi ini, terbangun dengan malasnya karena sudah membayangkan perjalanan kantor rumah yang biasa ditempuh 45 menit dengan motor bakalan lebih cepat karena jalanan belum kembali normal. Ngantor? yaiyalah... secara blom dapet jatah cuti, jadinya cuman dapet jatah cuti "ngutang" 3 hari. Udah diabisin kemarin cuman buat tidur2an, jalan-jalan cari DVD, menikmati jalanan di jakarta yang sepi abis, melompong, asik buat geber-geber gas sampe 120 km/jam :D Benaran kan, jalanan masih sepi. Perempatan pengumben ke arah permata hijau yang satu jalurnya biasa "dicuri" sama bikers, tadi dipake sama kendaraan-kendaraan arah sebaliknya. Permata hijau lengang. Patal senayan lancar. Semanggi lowong, paling pas penyempitan di tempat-tempat shelter busway bakal dibangun aja yang mesti bikin ngurangin kecepatan. Cobaaaa tiap hari jakarta kayak gini, pasti bisa ngurangin stress orang-orang yang kelamaan ngabisin waktunya cuman buat merayap senti demi senti jalanan di Gatot Subroto, Kuningan, atau Sudirman.

Sampe di parkiran, salaman dulu sama pak Satpam, sebenernya ikut-ikutan aja si gara-gara ngeliat motor di depan salaman dulu sama pak Satpam dan mba-mba yang ngetikin tiket parkir.

"Mohon maaf lahir bathin Pak, Mba.."
"Iya, sama-sama pak. Selamat kembali bekerja!"

Ramah-ramah emang satpam sini. Pernah ya, amnesia gw kambuh, trus gw ngeloyor masuk aja ke kantor dengan kunci masih tertinggal di jok belakang. Panik kan tuh, ternyata pak Satpam yang nyelametin kunci gw. Muchas Gracias senor!! :D

Ketemu Bernito di parkiran, mama Riri di lift, bareng-bareng menuju lantai tempat bekerja. Kantor emang blom normal kayaknya. Ga ada kerumunan orang yang menunggu lift seperti hari-hari biasa. Sepiiiiii

Saturday, September 15, 2007

Just Quotes

"Puncak gunung dianggap sebagai sebuah akhir pendakian. Tapi, tujuan sesungguhnya, yaitu memperoleh kenikmatan hidup, tidak ditemui di puncak, melainkan dalam kesulitan2 yang menghadang di perjalanan. Perjalanan itu ditandai oleh lembah, tebing, sungai, jurang, serta tanah longsor, dan pada waktu menyusuri jalan setapak, sang pendaki mungkin merasa ia tak dapat maju lebih jauh, atau bahkan kematian lebih baik daripada meneruskan perjalanan. Tapi kemudian ia bangkit dan kembali berjuang melawan kesulitan2 yang menghadang, dan ketika akhirnya ia dapat menoleh dan mengamati rintangan yang berhasil diatasinya, ia pun menyadari bahwa ia telah merasakan kenikmatan hidup yang sesungguhnya."


----------------------------------


"Semakin kau mendekati sebuah gunung tinggi, semakin sukar bagimu merasakan kebesarannya. Kalau kau mulai mendaki, kau sama sekali tidak memahami ukurannya. Kalau kau mendengarkan dan membandingkan komentar semua orang, kau akan mengerti bahwa kebanyakan dari mereka bicara tanpa pernah melihat gunung itu secara keseluruhan. Meski baru melihat satu puncak atau satu lembah, mereka mengira telah melihat semuanya. Tapi sesungguhnya mereka hanya menilai keseluruhannya berdasarkan bagian yang sempat mereka lihat."

(percakapan Hosokawa Fujitaka kepada puteranya, Tadaoki)

-----------------------------------------


"Manusia ingin percaya bahwa mereka hidup dan bertindak berdasarkan kemauan mereka sendiri, namun pada kenyataannya mereka hanya dipaksa oleh keadaan."

-----------------------

"Kelima organ tubuh -hati, jantung, limpa, paru-paru, dan ginjal- terwujud dalam kelima aspirasi, kelima tenaga, dan kelima suara.
Sebagai contoh, jika hati terkena penyakit, air mata Tuan akan berlebihan;
jika jantung terluka, Tuan akan dikuasai rasa takut, seberapa besar pun keberanian Tuan biasanya;
jika limpa terganggu, Tuan akan mudah marah;
jika paru-paru tidak berfungsi dengan benar, Tuan akan mengalami siksaan mental dan tidak memiliki kekuatan psikologis untuk memahami sebabnya.
Dan jika ginjal Tuan lemah, perasaan Tuan akan terombang-ambing dengan hebat."

(percakapan Sinshe Manase dengan Akechi Mitsuhide)

----------------------------------

taken from Taiko, Eiji Yoshikawa

Thursday, September 13, 2007

Sadaqah Jariyah, Kebajikan yang tak Berakhir

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, anda mendapatkan hasanah
2. Sumbangkan kursi roda ke RS, dan setiap orang sakit yang menggunakannya, anda dapat hasanah
3. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang
4. Bantu pendidikan seorang anak
5. Ajarkan seseorang sebuah doa, pada setiap bacaan doa itu, anda dapat hasanah
6. Berbagi CD Quran atau doa
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum
9. Tanam sebuah pohon. Setiap orang atau binatang yang berlindung di bawahnya, anda dapat hasanah
10. Sebarkan hal ini ke orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal di atas, anda dapat hasanah sampai hari Qiamat


taken from forwarde email

Monday, September 10, 2007

Pathetic...

Maybe, I'm just that idiot...
that stupid little person who still in love with you.
Pathetic...

Wednesday, August 01, 2007

Memilih calon istri... (mode sotoy:on)

Kek ga ada yang penting aja dho, nulis lah beginian. Ohhh.. gila, penyakit gw mulai kambuh. Sering banget ni kayak gini, udah punya topik mo nulis apa, eh terus tiba2 ilfil begitu aja. Arrrggghhh, apa yang gw mo tulis ya?? :(

Well, tulisan ini bukan buat nyaingin buku2 anjuran nikah atau semacamnya yang bisa ditemukan di toko-toko buku terdekat. Semua juga udah apal di luar kepala lah... gimana kriteria memilih calon istri yang baik menurut agama. Tapi di luar empat itu, gw yakin tiap orang punya syarat2 spesifik tentang bagaimana istri ideal yang dia inginkan. Ada yang pingin putih lah, kemayu, cakep di dalem (inner beauty loohh.. jangan pikir macem2!!), tingi kuning langsat, satu suku, seiman, atau mungkin pingin yang blasteran biar dikata keren atau pingin anaknya mirip Christian Sugiono atau Dian Sastro --emang lo indo yan?-- hehehe

Yah gitu deh... oke lanjut. Hmmm... terus kenapa bingung ya?(atau cuma gw yang bingung). Banyaaaak banget pertimbangan yang makan waktu ga sebentar, bahkan kadang2 malah terhenti di tengah jalan. Sebegitu sulitnyakah memilih seorang wanita yang bakal menjadi teman hidup kita yang insyaAllah menemani kita sepanjang sisa umur kita di dunia.

Sulittttt....

Rasa.
Yupz. Itu yang jadi pertimbangan pertama untuk meyakinkan diri gw bahwa dia adalah orang yang kuinginkan. Dia bisa saja cantik, manis, lembut, soleh, anggun, tajir, pinter... de el el de el el deh pokoknya yang bisa menjadi daya tarik perempuan untuk memikat para lelaki. Tapi kalo ga ada rasa, percuma...

Rasa apaan dho? stroberi apa jeruk?pake topping ga?

Entahlah, mungkin orang menyebutnya cinta. GW ga mau memberikan definisi cinta menurut gw. Ketika gw mendefinisikan cinta, gw malah memperburuk hakikat dari cinta itu sendiri. Cinta soalnya bisa ditafsirkan macem2 terserah konteks orang yang menggunakan kata cinta untuk keperluan apa. Definisi cinta para mullah, orangtua, seniman, filosof, ABG, atau bank NIAGA bisa aja beda (kayaknya si emang beda ya...). Love is beyond of those meanings...



Trus gimana bisa ada itu rasa?

Entahlah... muncul begitu aja. Kadang gw merasakan sensasi "buzz" pada seseorang yang kadang2 malah baru pertama kali bertemu. Sensani indah ketika dua tatapan bertemu dan serempak berpaling tersipu, lalu menyimpan adegan yang baru saja terjadi sambil memejamkan mata. Dan pada saat itu, sebuah kebahagiaan tiba-tiba saja bersemi bak bunga-bunga pohon cherry yang sedang mekar.

Aaaaaaah, mulai melebar ni topiknya. Aduh udah jam 12, gw ngantuk. Kapan-kapan lagi deh lanjutin..

ZZzzzzzzzzzzzzzzz

Tuesday, July 24, 2007

Monday menjelang Tuesday

Udah jam 11, dan gue masih ngubek" ngelik hyperlink" google. Keyword yang gue tulis:

(hehe, tampaknya blog gw ini ga bisa gw anggap blog private access, jadi... keywordnya rahasia laaah, sowwriii buat yang ngerasa penasaran :p)

Sepi banget ya... cuma ditemenin iringan instrumental "make it with you"nya Bread. Hehe, z5000 gw ternyata masih lumayan yahud!! udah lama juga ya ni speaker, dari jaman gw kuliah. Inget banget dulu, kalo nyetel winamp, bisa ampe pagi direpeat & shuffle. Untung komputer ga gosong tu dibegadangin :p Heeeehhh, kalo ngomong gini jadi kangen pingin balik ke jaman mahasiswa lagi. Jaman-jaman maen PS sampe jam 3 pagi, nonton film satu seri diabisin semaleman, beli roti bakar tengah malem, lari pagi di sabuga, nonton herry potter di ciwalk bareng, nunggu angkot belakang kampus, jalan-jalan di perpus yang berujung tertidur di sofa yang nyaman di lantai dua ruang british, ngenet di lab dari siang sampe magrib, jalan" nyobain jajanan atau sekedar ngumpul ngerumpiin mulai dari seputar kuliah, dosen, cw, skripsi, lowongan, ampe hal-hal kecil mendetail yang sebenernya ga perlu dibahas tapi entah mengapa dirasa menyenangkan untuk diperlebar topiknya. Ahhh... those times were amazing. Unforgettable. Gw kangen bandung, kangen lab gw, kangen temen2 gw, kangen donlot film" dari rileks sambil komen ga penting ama rekues minta lanjutan film seri, kangen kumpul ma temen2 buat ngomongin hal" yang ga penting itu, gw kangen kuliah di ruang ELKA atau LSS, aaahhhhhh....

Seandainya gw kembali, gw ga bakal bisa mendapatkan kondisi yang sama seperti dulu. Lagian masa gw ambil sarjana lagi. Kuliah S2 kayaknya mesti serius (heh?? lo ga liat si Reza anak labnya pak Suhono dho?? --hehe sori Za kalo lo sempet baca blog ini, kqkqkq). Udah gitu, ga lucu juga belom ada setahun kerja udah mo pulang ke kampus. Yaaahhh, akhirnya semuanya berujung pada kesimpulan: Jalani dulu yang sekarang ada di hadapan gw. Kerja yang fokus, rajin, disiplin, sopan, santun, de el el de el el.

Jam 12... udah deh, gw mo tidur. Sisa waktu gw tinggal 5 jam ke depan. Besok kan mesti ngangkot ke kantor. Okay!! menuju kamar mandi, cuci kaki, sikat gigi, cuci muka. Baca bbrp halaman novel buat mentrigger mata gw biar lebih cepet lelah.

Sweet dream :)